Siapakah yang Nomer Satu?

833 views

Perlu diketahui oleh para generasi Bawean, bahwa menurut Ali mufrodli seorang yang meneliti “Sejarah Masuknya Islam di Pulau Bawean” penyiar Agama Islam yang pertama di Pulau Bawean adalah Pangeran Panembahan. Orang Komalasa menyebutnya Embah Pangeran atau Pangeran Cekot karena memang tangannya agak cekot. Namun ada juga yang menyebutnya pangeran Komalasa.

Ali Mufrodli menyamakan antara Pangeran Panembahan dengan Pangeran Bairatsu, yaitu utusan khusus Sunan Giri Gresik untuk menyiarkan dan mengajarkan agama Islam di Pulau Bawean. Sedangkan penyiar Islam yang kedua adalah Maulana Umar Mas’ud yang berasal dari Campa,Palembang, Sumatera.

Selanjutnya Ali Mufrodli memastikan bahwa tempat yang mula-mula digunakan untuk menyebarkan Islam di Pulau Bawean adalah Desa Komalasa. Tapi Ali Mufrodli dalam skripsinya tidak menyebutkan siapa orang islam (berarti tidak harus penyiar Islam) yang pertama mendarat di Pulau Bawean. Apakah Pangeran Panembahan, Jujuk Campa, Embah Ubaidillah atau Embah Subuh?

Diperkirakan bahwa Jujuk Campa lebih dulu mendarat di Komalasa. Alasan yang pertama karena kuburan Jujuk Campa berada di dekat pantai komalasa dan tampaknya lebih tua dibandingkan dengan kuburan Pangeran Panembahan yang terletak di kuburan perkampungan penduduk. Alasan yang kedua bahwa Pangeran Panembahan merupakan utusan Sunan Giri. Padahal Sunan Giri adalah murid yang kemudian menjadi menantu Sunan Ampel. Sedangkan Sunan Ampel adalah anak kemenakan Ratu Darawati. Ayah Darawati itulah yang dikenal Jujuk Campa. Jadi berdasarkan data, usia Jujuk Campa jauh lebih tua dari pada usia Pangeran Panembahan. Dengan demikian kemungkinan besar, lebih dulu Jujuk Campa yang mendarat di Bawean daripada Pangeran Panembahan.

Akan tetapi disebutkan bahwa ketika Jujuk Campa berhalangan ikut mengantarkan Raden Patah ke Tanah Jawa, telah ada orang islam Komalasa (sebut saja kyai), bahkan kyai itu ikut ikut juga mengantarkan Raden Patah ke Surabaya. Berarti, sebelum Jujuk Campa mendarat di Komalasa, tentunya ada orang Islam yang mendahuluinya.

Kini, yang palik layak “dicurigai” bahwa orang Islam yang pertama kali memasuki Pulau Bawean adalah Embah Ubaidillah yang berasal dari Sulawesi itu. Tetapi di desa Komalasa masih ada beberapa kuburan yang membujur utara-selatan (kuburan Islam) yang tidak kalah tuanya dengan kuburan Embah Ubaidillah. Atau mungkin ada juga kuburan Islam yang lebih tua di tempat lain di Pulau Bawean. Siapa tahu?
Jadi siapakah sebenarnya orang Islam yang pertama kali mendarat di Pulau Bawean? [Cerita dari Bawean]

Tags: #cerita bawean

Komentar ditutup.