Kijang Kencana dan Pak Lurah Gelam (1)

806 views

Sampai terbit fajar “rusa sakti” yang diburunya belum juga hadir. Sehingga para pertapa yang selalu berpakaian bangsawan Jawa itu turun dari puncak menuju gua di lereng gunung sebagaimana diisyaratkan suara gaib. Mereka lalu melanjutkan tirakatnya di siang bolong di pintu gua. Karena di gua itulah barangkali Kijang Kencana berada.

Beberapa tahun sebelum itu di sekitar gua tersebut pernah terjadi suatu keajaiban yang dialami oleh Pak Arifin Z, kepala desa Gelam. Kejadian itu bermula dari cerita berikut ini.

Sejak wafatnya Kepala Desa Gelam yang lama (Pak Safrawi) tahun 1954, masyarakat kesulitan untuk mencari penggantinya. Kiai Nawari (waktu itu menjabat sebagai carik) juga tidak bersedia untuk diangkat menjadi kepala desa. Sehingga tiga orang tokoh desa turun tangan dan bermusyawarah untuk memecahkan persoalan itu. Mereka adalah Kiai Mustafa, Kiai Yudi, dan Kiai Nawari. Namun ternyata beliau-beliau menemui jalan buntu. Hingga suatu saat Kiai Mustafa menempuh jalan lain.

Entah dengan pertimbangan apa, beliau lalu memanggil seorang pemuda desa yang gemar bermain sepak bola dan kebetulan memimpin kelompok sepak bola di Desa Gelam. Kepada sang pemuda, kiai Mustafa berkata “Arifin! Cobalah mulai besok, Engkau melaksanakan puasa sunat tiga hari berturut-turut!”.

Semula Arifin heran. Namun dipikirannya hanya terlintas pernyataan setuju. Sehingga beberapa detik kemudian ia menjawab “InsyaAllah kiai.” jawab Arifin tanpa menolak sepatah pun karena kiai tersebut memang amat berwibawa di desanya. Apalagi Arifin termasuk salah seorang santrinya.

Dengan membawa sejuta tanda tanya, pulanglah Arifin ke rumahnya. Namun, karena dia hormat pada kiainya, maka dengan ikhlas ia melaksanakan puasa sunat sesuai dengan harapan sang kiai. Dan pada hari yang terakhir, Arifin dipanggil kembali oleh kiai Mustafa.
“Bagaimana, Fin. Kau laksanakan puasa itu?”
“Ya kiai” >>>>>> Bersambung <<<<<<< Diposkan Oleh: Cerita Bawean

Tags: #cerita bawean

Komentar ditutup.