Kesenian Bawean

Kesenian Bawean

Senjata tradisional orang Bawean adalah pedang. Pedang di gunakan oleh Raja Bawean pada zaman dahulu seperti yang ada di desa kumalasa, dan Pendekar Pokolan menggunakan pedang dan pisau sebagai senjatanya. Pada zaman sekarang terkenal
Sejarah Pulau Bawean

Sejarah Pulau Bawean

Nama BAWEAN muncul pada abad ke 13, nama ini di berikan oleh Prajurit Majapahit (salah satu kerajaan terbesar di nusantara) yang berlabuh di bawean setelah kapalnya terkena badai dan menyebutnya BAWEAN yang di bahasa
Terjadinya Danau Kastoba

Terjadinya Danau Kastoba

Alkisah, pada zaman dahulu, Pulau Bawean masih bernama Pulau Majeti. Di tengah-tengah Pulau Majeti terdapat pohon besar dan anggun, tetapi rindang sehingga kalau seseorang berdiri di bawahnya akan dapat menjangkau sebagian daun pohon tersebut.
Biografi Sastrawan Bawean

Biografi Sastrawan Bawean

Mochammad Natsir Abrari atau dalam dunia sastra lebih dikenal dengan Sir Baidy Iskak. Sir Baidy Iskak sebagai pengarang daerah yang cukup profesional dan pernah mendapat beberapa penghargaan. Sejak kecil sir Baidy sudah menyukai dunia