Siapakah yang Nomer Satu?

Siapakah yang Nomer Satu?

Perlu diketahui oleh para generasi Bawean, bahwa menurut Ali mufrodli seorang yang meneliti “Sejarah Masuknya Islam di Pulau Bawean” penyiar Agama Islam yang pertama di Pulau Bawean adalah Pangeran Panembahan. Orang Komalasa menyebutnya Embah
Cerita dari Pangkalan

Cerita dari Pangkalan

Ingin tahu asal-usul nama Dusun Bangkalan? Di pulau Bawean ada dua dusun yang bernama “Bangkalan”. Di desa Dekat Agung dan di desa Sawahmulya Sangkapura. Yang akan diceritakan kali ini adalah “Bangkalan” yang kedua. Dulu,
Antara Surakarta dan Bawean

Antara Surakarta dan Bawean

KIsah berikut ini dikutip dari cerita K.H.R. Abdurrachman, Sangkapura. Pada tahun 1720-1747 Pulau Bawean berada di bawah pemerintahan yang dipimpin oleh pangeran Purbonegoro, yaitu keturunan kelima dari Syeh Maulana Umar Mas’ud. Selain terkenal karena
Tentang Bawean

Tentang Bawean

Pulau Bawean berada kurang lebih 80 mil atau 120 kilometer disebelah utara Kabupaten Gresik (Jawa Timur).Sebelum 1974 Pulau Bawean termasuk dalam wilayah Kota Surabaya namun sejak tahun 1974, Pulau Bawean dimasukkan dalam wilayah Kabupaten
Islam Di Pulau Bawean

Islam Di Pulau Bawean

Bukan Maulana umar Mas’ud yang pertama menyebarkan islam ke bawean, ada sunan bonang (Raden Makdum Ibrahim) yang lebih dulu menyebarkan islam di pulau majedi (bawean), kemudian ada waliyah zainab bersama suaminya Pangeran Seda Laut.