Demam TV Kabel saat ini marak di Bawean. Banyak warga terpaksa bergantung pada jaringan TV kabel agar bisa mendapat siaran tv secara baik. Padahal sebelumnya, warga hanya mengandalkan antena parabola untuk mendapatkan siaran TV, dan itupun tidak berlangsung lama karena sejak ada pergantian dari receiver (alat / mesin penerima) yang dulunya Analog diganti menggunakan sistem Digital, banyak warga yang ogah mengganti receivernya, katanya takut dikemudian hari ada pergantian receiver lagi, 'Pesse pole' (maksudnya uang lagi) mending pake jasa tv kabel.
Biaya pendaftaran dan iuran bulanannya pun relatif murah, daripada harus beli receiver dan mengganti LNB + ongkos pasang. Perlu keluar uang jutaan lagi. Tapi jangan salah dulu, yang dimaksud tv kabel disini bukan tv kabel seperti SCV(singapore cable vision) di singapura atau Astro di Malaysia. Karena hanya menggunakan receiver digital free access, bukan menggunakan decoder seperti layanan berbayar semisal indovision ataupun telkomvision.
Biasanya pelanggan TV kabel ala Bawean ini bisa mendapatkan 5 sampai 6 saluran TV, tergantung dari Pengelola dan bayar perbulannya berapa. Kalau bayaran perbulannya mahal dan pengelola untungnya banyak, pengelola biasanya menambah saluran lagi. Kalau yang pas-pasan jangan harap ada penambahan saluran lagi. Dapat 4 saluran TV sudah Alhamdulillah... (iwan)
01 May 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
RSS Feed
Twitter
Facebook
0 Komentar:
Post a Comment