
Menurut koordinator aksi Afandi, aksi demo ini digelar lantaran kepala sekolah bertindak semena-mena dan sombong. Semua kebijakan sekolah yang diambil, tidak pernah dikonsultasikan ke guru-guru terlebih dahulu. "Masak seoarang pimpinan seperti itu. Menganggap kami semua (guru, red) seperti tukang becak dan kafir," kata Afandi, Guru Sosiologi SMA itu, Selasa (10/3/2009).
Afandi menuturkan, sebenarnya masalah ini sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan. "Kami sudah sering melaporkan hal ini ke Dinas Pendidikan, tapi nggak ditanggapi. Akhirnya kami demo saja," tandasnya.
Sementara, kepala SMA Negeri Sangkapura, Zairasi saat demo berlangsung tidak berada di tempat. Dihubungi melalui ponselnya tidak aktif. (ard/eda) [Reporter: Hardy - Beritajatim.Com]
RSS Feed
Twitter
Facebook
1 Komentar:
test komentar
Post a Comment