Informasi Seputar Bawean dari Berbagai Sumber | Akses Webmail: [Daftar] [Masuk] [Aturan]

Twitter Updates

INFO TERBARU
1 2 3 4 5

Kursi Ketua DPRD Digoyang Ketua Komisi D

Diposting Oleh: PULAUBAWEAN.com on 31 Januari 2012 | 09:54

Zulfan dinilai tidak mampu memberi keseimbangan politik, karena sering ’miring’ ke eksekutif  sehingga merugikan pencitraan DPRD

GRESIK--Kursi Ketua DPRD Kabupaten Gresik Zulfan Hasyim digoyang Khuimaidi Maun, Ketua Komisi D DPRD  setempat. Khumaidi yang juga rekan separtainya, menjelaskan bahwa DPC PKB telah mengevaluasi melalui rapat pengurus Dewan Tanfidz bersama anggota dan  memutuskan untuk melengserkan Zulfan sebagai Ketua DPR.

Menurut Khumaidi , sejak memimpin  DPRD Gresik terhitung mulai 23 Agutus tahun 2009 hingga Januari tahun 2012 Zulfan dianggap gagal. "Surat keputusan untuk menggantikan Zulfan dari posisi Ketua  DPRD segera dikirim ke DPW, dan DPP PKB. Surat itu berisikan alasan-alasan pergantian Zulfan," ungkap Khumaidi Maun, Senin (30/1).

Saat ditanya terkait nomor surat tersebut Khumaidi mengaku lupa. Tetapi ia bertanggunjawab atas statemenya tersebut. "Saya tidak ingat nomor suratnya. Tapi saya berani bertanggungjawab," tegasnya.

Ketua DPC PKB Gresik, Moch Syafik AM, yang juga Ketua F-KB DPRD Gresik dikonfirmasi terkait pernyataan Khumaidi membenarkan. Menurut dia  dalam beberapa kesempatan melalui rapat anggota di Fraksi maupun Tanfidz sering muncul pendapat yang disepakati untuk melengserkan Zulfan. "Faktanya memang seperti itu baik di Fraksi maupun Dewan Tanfid," ungkap Sayafik, Senin (30/1).

Salah satu alasan rencana pelengseran itu, karena Zulfan dinilai tidak mampu memberi keseimbangan politik. Zulfan dianggap terlalu ke pemerintah sehingga secara pencitraan merugikan seluruh anggota DPRD. "Bukan hanya PKB yang dirugikan, tetapi seluruh anggota DPRD juga dirugikan karena tidak bisa memberi keseimbangan politik. Ia terlalu ke pemerintah seolah-olah anggota ini sudah dapat apa-apa. Puncaknya pembahasan FS pada sidang istimewa yang lalu, pendapat anggota yang kritis terhadap kebijakan pemerinta selalu dipotong oleh Zulfan," terang Syafik.

Sementara menanggapi isu tersebut, Zulfan mengaku siap meladeni langkah Khumaidi yang ingin melengserkan dirinya dari kursi ketua DPRD. "Silahkan Pak Khumaidi mau menurunkan (mengganti,red) saya dari kursi Ketua DPRD Gresik. Asalkan, penurunan saya itu sesuai dengan koridor hukum yang berlaku, dan sesuai dengan  AD/ART PKB, " kata Zulfan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (30/1).

Ditegaskan Zulfan, kalau benar Khumaidi, dan ada beberapa orang DPC PKB  yang akan menggantikan posisinya dari Ketua DPRD Gresik, maka dirinya tidak akan tinggal diam. Sebab, menurutnya penurunan tersebut melanggar aturan. Sebab,  tidak ada alasan yang dibenarkan.

"Tidak ada aturan yang saya langgar, dan saya juga tidak melanggar AD/ART PKB. Karena itu, saya akan lakukan perlawanan, bahkan  hingga ke pengadilan pun akan saya ladeni. Langkah itu saya lakukan  untuk menunjukkan kalau tidak ada alasan yang  dibenarkan untuk menggantikan saya dari posisi Ketua DPRD," terang  Zulfan.

Zulfan menambahkan, kalau benar F-KB, dan pengurus tanfidz DPC PKB Gresik  melakukan rapat gabungan dengan agenda menggantikan posisinya dari jabatan Ketua  DPRD, maka rapat tersebut tidak punya otoritas untuk memutuskan pergantian Ketua DPRD. Sebab,  sesuai dengan AD/ART PKB, untuk pergantian Ketua DPRD, maupun PAW (pergantian antarwaktu) anggota DPRD dari PKB itu harus dilakukan melalui  rapat pleno, yang dihadiri dari pengurus tanfidz, dan dewan syuro.

"Jadi, rapat pengurus tanfidz itu tidak bisa memutuskan untuk pergantian Ketua DPRD, " pungkas politisi gaek PKB asal pulau Bawean ini. md6

Sumber: Surabayapost.co.id
09:54 | 0 Komentar | Selengkapnya

Tewas Tertimpa Batu 1,5 Ton

Diposting Oleh: PULAUBAWEAN.com on 28 Januari 2012 | 06:14

GRESIK - Harun (32) warga kampung Lomair, Desa Pudakit Timur, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik Jawa Timur, tewas akibat tertimpa batu seberat 1,5 ton, Kamis (26/1/2012) siang.

Seperti dlaporkan www.bawean.net, jenasah lelaki yang berprofesi sebagai pemecah batu, ditemukan pertamakali oleh Edy (35), yang tengah mencari rumput di sekitar lokasi kejadian di kawasan Made Desa Pudakit Timur. Saat itu, bagian tubuh korban tertimpa batu sedangkan kepalanya masih utuh.

Edy lalu meminta bantuan warga sekitar. Butuh sedikitnya 15 orang, untuk menggeser batu gunung berukurang panjang 1,5 meter, tebal 80 cm, dan berat sekitar 1,5 ton. Setelah batu tergeser, warga langsung menarik tubuh Harun yang ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Petugas dari Puskesmas Pembantu Lebak, Eka mengatakan korban mengalami luka memar dibagian perut tepatnya dibagian belakang dan depan, sedangkan kepala korban justru tidak mengalami luka.

Anggota Polsek Sangkapura saat melakukan olah TKP, melihat ada tiga buah batu ukuran besar dengan jarak berdekatan. Diperkirakan, Harun melakukan pengambilan batu dengan mengeruk tanah bagian bawah, sehingga batu yang di atas langsung terjatuh dan menimpanya.

Sumber: Surya Online
06:14 | 0 Komentar | Selengkapnya

Warga Bawean Minta Prioritaskan Kapal, Ketimbang Bangun Stadion

Diposting Oleh: PULAUBAWEAN.com on 26 Januari 2012 | 19:17

GRESIK-Pemerintah Kabupaten Gresik dinilai warga Bawean lebih mementingkan proyek monumental stadion dengan anggaran ratusan miliar rupiah daripada menuntaskan kepentingan utama warganya. Sebab, persaoalan tarnsportasi laut jalur Gresik-Bawean sampai saat ini masih menjadi masalah besar dalam pengiriman kebutuhan pokok dari Kota Pudak ke Pulau Puteri itu.

"Membangun stadion sampai menelan APBD sebesar Rp230 miliar berdalih kepentingan masyarakat bisa diwujudkan. Nah kita ini menjadi tidak bisa membedakan, mana kepentingan pejabat dan politisi yang dibungkus kepentingan masyarakat. Masak membangun stadion lebih penting dari pada kepentingan transportasi kapal Gresik-Bawean," kata Zakariyah salah satu anggota Pemuda Bawean Gresik (PBG), Kamis (26/1).

Berdalih apapun, ungkap Zakariyah, transportasi Gresik-Bawean lebih penting daripada membangun stadion, karena berkaitan dengan nasib warga Bawean secara ekonomi maupun keselamatan jiwa mereka. Saat ini, pelayaran Gresik-Bawean ditutup hingga 29 Januari, bahkan diperkirakan sampai 2 Pebruari. Kalau ini dibiarkan, maka persediaan sembako maupun BBM juga terus berkurang. Kalau berkurang harganya bisa tembus tiga kali lipatnya.

"Warga Bawean sedang kebingungan transportasi, tapi pemerintah justeru ribut membangun stadion ratusan miliar. Sebab soal transportasi berakibat kepada persediaan kebutuhan bahan pokok berkurang dan bahan baker minyak (BBM) juga harganya melambung hingga mencapai Rp25 ribu perliter jika cuaca lagi buruk," ungkapnya.

Zakariyah meminta DPR memperjuangkan pembelian kapal untuk penyeberangan Gresik-Bawean. Agar masalah yang sebenarnya lebih penting tersebut mendapat perhatian dan sekaligus diperjuangkan agar warga Bawean yang menjadi bagian dari wilayah Gresik setiap tahun selalu mengalami keperihatinan permanen itu teratasi. "Ini penedaritaan permanen kami sebagai warga Bawean jika tidak ada langkah maupun uapaya penyelesaian dengan mengadakan kapal yang bisa melewati ombak setinggi tiga meter. Ini kebutuhan yang mendesak warga Bawean," tegasnya lagi.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Gresik Zulfan Hasyim mengatakan, keinginan warga Bawean memang realisistis. Apalagi, menurutnya, saat ini pemerintah juga memiliki BUMD yang mengurusi angkutan laut yaitu PT Gresik Samudra. Sehingga keinginan itu seirama dengan rencana mengoperasikan BUMD yang berdiri sejak 2006 tersebut.

“Namun dengan syarat. Kapal tersebut harus visible. Dan, kami berharap dapat menambah PAD. Mengingat saat ini dikelola pihak ketiga saja hasilnya cukup luar biasa,” tukas politisi PKB itu.

Zulfan juga mengungkapkan kemungkinan untuk mengusulkan dalam PAK APBD 2012. Namun, untuk lebih sempurnanya persiapan rencana pembelian kapal itu, dia berharap untuk dibahas secara detail ahlinya. Sehingga, kelak pembelian kapal itu tidak sampai mengganggu APBD. md6

Sumber: Surabayapost.co.id
19:17 | 0 Komentar | Selengkapnya

Aktifitas Bawean Terhambat

Diposting Oleh: PULAUBAWEAN.com on 25 Januari 2012 | 06:22

GRESIK - Gelombang laut masih tidak bersahabat di perairan Pulau Bawean, kedahsayatannya sangat terasa di wilayah bagian barat, mulai wilayah Dekatagung, Dedawang, Gelam sampai Tambak. Tingginya gelombang dilaut menyebabkan banyak nelayan enggan pergi melaut, demi menjaga keselamatannya.

Ali sebagai nelayan asal Tambak, mengatakan gelombang laut kembali tidak bersahabat, sehingga banyak nelayan tidak pergi melaut. "Khawatirnya kondisi gelombang tidak bersahabat berlangsung lama yang berdampak pada mahalnya kebutuhan sehari-hari akibat kelangkaan di pasar," katanya, kemarin.

Akibatnya pelayaran Gresik-Bawean, untuk jadwal hari Senin (23/1) kemarin, tidak diberangkatkan karena gelombang laut. Kepala Cabang PT Sakti Inti Makmur (SIM) Gresik Reven, membenarkan pelayaran kapal Express Bahari 1C Gresik-Bawean, tidak berangkat disebabkan hasil prakiraan BMKG mencapai 3 meter.

Bahkan, putusnya jalur transportasi Bawean-Gresik akibat gelombang tinggi membuat seleksi siswa calon peserta pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kabupaten Gresik dalam rangka menyongsong pelaksanaan OSN tahun 2012 tertunda.

Kepala SMPN I Sangkapura Mohammad Sahafuddin menyatakan khawatir siswanya tidak bisa mengikuti seleksi calon peserta pembinaan OSN, sehubungan tidak ada kapal Bawean-Gresik. Rencananya SMPN I Sangkapura akan mengirim 4 siswa untuk mengikuti seleksi, yaitu bidang studi Matematika, Biologi, Fisika, dan IPS.

Selain itu, upaya Pemkab Gresik untuk menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) khususnya bensin ke Pulau Bawean yang direncanakan menggunakan kapal tanker terkendala pelabuhan Bawean yang kurang dalam dan kapasitas penampungan BBM yang hanya 50 ton

“Sekarang untuk sementara sudah diatasi dua kapal kayu pengangkut BBM ke Pulau Bawean yaitu GT 50 dan GT 87,” kata Kepala Bidang Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan, A Effendi, saat dihubungi. ins

Sumber: Surabayapost.co.id
06:22 | 0 Komentar | Selengkapnya

Transportasi Laut Sering Terganggu, Warga Bawean Minta Pengadaan Kapal

Gresik - Imbas sering terganggunya transpotasi laut akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi membuat warga Bawean meminta pengadaan kapal.

Ketua Pemuda Bawean Gresik (PBG), Zakaria mengatakan, pengadaan kapal sangat urgent sebab jika tidak dilakukan sekarang masyarakat Bawean sering terisolasi akibat cuaca buruk atau gelombang tinggi. "Hari ini saja pasokan sembako di Bawean informasinya menipis karena tidak ada kapal merapat," katanya, Selasa (24/01/2012).

Menurut Zakaria, jika sampai satu minggu ke depan belum ada kapal yang merapat dikhawatirkan Bawean bakal mengalami krisis tidak hanya sembako saja tapi juga BBM.

"Sebelumnya harga BBM di Bawean sempat tembus di angka Rp 25 ribu per liter. Tapi kini normal kembali setelah ada pasokan. Kendati demikian jika tidak segera diantisipasi harganya kembali naik karena tidak ada pasokan," tutur Zakaria.

Menanggapi hal ini Ketua DPRD Gresik, Zulfan Hasyim mengatakan, dirinya memang diwaduli masyarakat Bawean yang tergabung dalam PBG soal pengadaan kapal. "Intinya mereka meminta ada pengadaan kapal yang mampu berlayar diatas gelombang 3 meter dan ini sangat realistis," ujarnya.

Ditambahkan Zulfan, pengadaan kapal bisa saja diwujudkan karena pemkab memiliki BUMD pelayaran yakni PT Gresik Samudera. "Soal pengadaan kapal intinya kami setuju saja toh pemkab sudah ada BUMD pelayaran," tambahnya. [dny/kun] Reporter: Deni Ali Setiono

06:06 | 0 Komentar | Selengkapnya

Takut Tak Terangkut, Warga Bawean Antre Tiket Duluan

Diposting Oleh: PULAUBAWEAN.com on 11 Januari 2012 | 15:56



GRESIK, KOMPAS.com — Warga Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (11/1/2012), antre tiket sejak pukul 09.00. Mereka takut tidak terangkut ke Bawean.

Akibat cuaca buruk, kapal reguler yang melayani rute Gresik-Bawean KM Express Bahari 1C tidak berlayar sejak Sabtu pekan lalu. Sementara KMP Tungkal Samudera sedang dalam perbaikan.

Pihak Adpel Gresik dan Dinas Perhubungan Gresik mendatangkan KM Kirana 2 pada Rabu sore. Diperkirakan kapal itu tiba di Pelabuhan Gresik pukul 16.00 nanti. Kapal tujuan Sampit, Kalimantan Tengah, itu akan singgah ke Gresik untuk mengangkut warga Bawean.

Faisol, warga Bawean, menyatakan, seharusnya Pemkab Gresik menyewa kapal perang. Dengan adanya KM Kirana 2 yang singgah di Gresik warga Bawean bisa terangkut. "Tapi bagaimana dengan warga Bawean yang ingin ke Gresik. Saat ini Express Bahari 1C masih sandar di Gresik," katanya.


Sumber : KOMPAS - Photo: Adi Sucipto|KOMPAS
15:56 | 0 Komentar | Selengkapnya